Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Desember 2017

TOLERANSI AGAMA

 Indahnya saling mengingatkan.
    Menjelang NATAL..

Muslim : "Bagaimana natalmu? "

David   :
 "Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku.?"

Muslim :
"Tidak, Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya.!"

David :
"Tapi kenapa..? Bukankah hanya sekedar kata2..?

Muslim :
"Benar....
Saya mejadi muslimpun karena hanya sekedar kata2, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Saya halal menggauli istri sayapun, karena hanya sekedar kata2 yaitu akad nikah, dan....

Istri saya yg sa'at ini sedang halal saya gaulipun bisa kembali menjadi haram atau zina jika saya mengucapkan kata talak atau cerai, padahal hanya sekedar kata2.

David :
"Tapi teman2 muslimku yang lain mengucapkannya padaku..?" .

Muslim :
 "Ooh...mungkin mereka belum faham dan mengerti.
 Ohya, bisakah kau mengucapkan dua kalimat Syahadat David?! "

David :
"Oh tidak, saya tidak bisa... Itu akan mengganggu Keimanan saya..!"

Muslim :
"Kenapa? Bukankah hanya kata2 toleransi saja? Ayo, ucapkanlah..!!"

David :
" Ok ok..sekarang, saya paham dan mengerti.."

Inilah yang menyebabkan BUYA HAMKA, memilih meninggalkan jabatan Dunia, sebagai Ketua MUI. ketika didesak pemerintah untuk mengucapkan ;

         "SELAMAT NATAL"

Meskipun anggapan, hanya Berupa kata-kata keakraban.

Atau sekedar toleransi. namun disisi Allah, nilainya justru menunjukkan kerendahan AQIDAH.

Banyak sekali muslim, yang tidak faham, dan tidak mau mengerti akan konsep ilmu Agama, yang disisi lain, mereka faham akan ilmu2 umum. yang sifatnya tiada kekal, tidak ada gunanya, untuk keselamatan AKHIRATnya yang Abadi nanti.

Bila Pesan ini, bisa ditularkan ke yang lain, berarti kita telah berda'wah kepada orang banyak.

Selamatkan Aqidah keluarga kita dan Saudara Muslim lainnya.

  Artinya: untukmu agamamu dan untukku agamaku.(QS. Alkafirun: 6)

Jumat, 22 Desember 2017

Ad-dien

Ad-dien, seringkali semata-mata diartikan sebagai "agama" (yang merujuk agama islam), kata ad-dien sesungguhnya memiliki pengertian yang jauh lebih luas daripada sekedar agama saja. Ad-dien adalah "pandangan hidup." oleh sebab itu, Islam sebagai pandangan hidup mencakup juga aspek-aspek kehidupan termporal dan spiritual yang meliputi kebiasaan, adab, budaya, kaidah perilaku, ritualisme dan sebagainya. oleh sebab itu, dalam Al-Qur'an, Islam seringkali disebut sebagai "agama kebenaran" (dienul haq). Agama yang dibawa Nabi Ibrahim as. juga dikenal sebagai ad-dienul hanif - penyembahan kepada Allah semata, tidak mempersekutukan apapun selain diri-Nya.
Q.S. Ali-Imran Ayat 19


“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Mereka yang diberi Kitab Suci (Yahudi dan Kristen) tidak berbeda. kecuali, karena cemburu, setelah pengetahuan datang kepada mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”.

Q.S. Ali-Imran Ayat 85

“ Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi”.

Q.S. Ali-Imran Ayat 95

Katakanlah:` Benarlah (apa yang difirmankan) Allah `. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. 

Q.S. An-Nisa Ayat 125
 Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.